PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MANAJEMEN
Oleh: Kyai Anom Sukmorogo Sejati [1]
Sebuah keputusan memiliki arti penting bagi jalannya roda
organisasi, baik yang waralaba maupun nirlaba. Bagi para pekerja bawahan,
keputusan menjadi dasar mereka melakukan tindakan untuk pekerjaan teknis
berikutnya. Sedang bagi manajemen menengah, keputusan menjadi pijakan untuk
mengarahkan proses kerja dan penggunaan sumberdaya yang ada secara lebih
efisien. Namun demikian, pengambilan keputusan manajemen tidaklah semudah yang
dibayangkan, tetapi harus dilakukan.
Pengambilan keputusan manajemen merupakan proses menentukan pilihan di
antara beberapa alternative yang tersedia, namun belum ada contoh keputusan
serupa sebelumnya. Kondisi belum ada contoh itulah yang paling menantang bagi
para pengambil keputusan (decision maker) . Betapa tidak,
pengambil keputusan harus menghitung resiko dan dampak yang ditimbulkan dari
keputusan yang diambil, termasuk pihak-pihak yang mungkin dirugikan dan merasa
tersingkir, serta pihak-pihak yang
mungkin diuntungkan oleh keputusan tersebut.
Ruang lingkup pengambilan keputusan manajemen meliputi 4 bidang
penting sebagai berikut.
Pertama, rumusan visi, misi dan kebijakan lembaga. Keputusan
ini menjadi hal penting yang menentukan arah, nilai, dan kebijakan organisasi dalam
jangka panjang, menengah, dan pendek. Keputusan ini biasanya dituangkan dalam
Akta Pendirian Lembaga, dan juga Profil Organisasi.
Kedua, struktur dan personalia serta uraian posisi dan
kewenangan dan tugas orang-orang yang bekerja dalam organisasi. Keputusan ini
menjadi wewenang level manajemen atas
untuk memastikan bahwa orang-orang bekerja sesuai pada tempatnya dan
tidak ada tumpang tindih kewenangan antara posisi satu dengan lainnya.
Ketiga, alokasi sumberdaya pendukung program untuk mencapai
sasaran dan target yang telah ditentukan. Keputusan ini menjadi hal penting
bagi para pelaksana program dan pekerjaan, khususnya yang menuntut keharusan
ketersediaan sejumla anggaran dan alat pembantu, yang tanpa itu target dan
saran tidak bisa dicapai.
Keempat, tindak lanjut analisis hasil monitoring kinerja
organsiasi, pada berbagai departemen kerja, dan promosi karir karyawan dan
kesejahteraan mereka.
Begitu besarnya dampak keputusan manajemen, hingga banyak pihak tak
berani mengambil keputusan itu. Itu tugas manajer.
[1]
Direktur Eksekutif pada Lembaga Studi Agama, Manajemen dan Pembangunan
Berkelanjutan (LSAMPB), tinggal di Wonogiri, Solo. Beberapa tulisan lainnya
bisa dilihat di http://taryantowijaya.blogspot.com/ dan di http://www.facebook.com/sukmorogosejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar