PARTISIPASI PENTING DALAM RAPAT
Oleh: Taryanto Wijaya[1]
Rapat bagi beberapa pegawai sebagai hal yang menyangkan,
tetapi bagi lainnya hal yang menyiksa. Hal itu disebabkan rapat bisa membawa
keputusan dan perubahan berarti bagi beban kerja mereka maupun penyerapan
informasi baru seputar perkembangan organisasi dan bisnis. Mengapa rapat
penting untuk diikuti oleh seseorang dan perwakilan departemen?
Ibarat kereta api, rapat itu lokomotif. Tentu, gerbong kereta tak
bermakna apa-apa, jika tak ada lokomotif yang menarik. Begitulah organisasi.
Berbagai keputusan yang mengarahkan pekerjaan di lapangan di kantor, serta
hubungan dengan pihak lain dilakukan di dalam rapat. Tanpa rapat, arah dan
perkembangan organisasi dan bisnis tak bisa dilihat.
Dalam rapat beragam sikap karyawan muncul. Sejumlah kompetisi unjuk
kebolehan hasil kerja seksi atau departemen akan ditonjolkan, dan jika ada
kekurangan cenderung ditimpakan kepada seksi atau departemen lain. Rapat akan
berjalan dengan baik membutuhkan partisipasi para pegawai, dan akan berjalan
baik jika peserta 1)memiliki sejumlah
informasi relevan terhadap masalah yang harus diputuskan, 2) mengutamakan
kepentingan organisasi daripada pribadi dan seksi atau departemen, 3) diadakan
pada waktu dan tempat yang sesuai, 4) keputusan yang diambil penting untuk
keberlanjutan kegiatan di tiap seksi.
Partisipasi penting dalam rapat dilakukan dengan 1)menyiapkan peserta
dan informasi relevan, 2) menyampakan pendapat secara ringkas, jelas dan
terpercaya, 3) menunjukan kesiapan untuk tindaklanjut atas keputusan raat.
[1]
Direktur Eksekutif pada Lembaga Studi Agama, Manajemen dan Pembangunan
Berkelanjutan (LSAMPB), tinggal di Wonogiri, Solo. Beberapa tulisan lainnya
bisa dilihat di http://taryantowijaya.blogspot.com/ dan di http://www.facebook.com/sukmorogosejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar