KEPUTUSAN PADA MASA KRISIS
Memang menjadi tugas manajemen untuk mengambil keputusan di antara resiko-resiko yang mungkin terjadi. Tidak ada keputusan yang bebas resiko. Setiap keputusan selalu menyediakan resiko nya sendiri. Jangan takut dengan resiko, karena resiko itu ibarat bayangan dari tubuh kita, yang akan selalu bergerak mengikuti kita. Rahasianya dia hanya akan menjadi penurut.
Pengambilan keputusan dalam situasi normal itu mudah dan biasa. Hal yang sulit adalah mengambil keputusan dalam situasi abnormal. Situasi ini biasanya berupa, tidak adanya data dan informasi yang memadai, karyawan berwenang tidak mumpuni, dalam desakan waktu dan tempat segera, dan sumberdaya pendukung yang belum pasti.
Kemampuan seseorang pemimpin (leader) sejati akan tertantang dan terasah betul pada situasi dan kondisi krisis. Pada masa krisis, organisasi sedang kendor, pemasukan perusahaan sedang menurun, banyak konflik tak tertangani, banyak klaim dari para pelanggan, serta demo-demo buruh tak terurus menuntut haknya. Pemimpin sejati akan masuk merasuk ke dalam akar persoalan dasar untuk menemukan solusi mendasar. Berbicara dengan bagian-bagian penting dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan oleh proses operasi perusahaan dan pengambilan keputusan manajemen selama ini.
Langkah selanjutnya adalah menyusun opsi-opsi keputusan dan terakhir membuat keputusan dan mengawalnya. Tugas pengawalan yang penting adalah memahamkan arti dan arah keputusan serta konsistensi pelaksanaannya.
(Wonogiri, 31 Maret 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar