MENJAGA MOTIVASI KERJA TIM
Oleh: Taryanto Wijaya[1]
Tujuan bisnis dan organisasi rumusannya sederhanan. Tetapi
tidak bisa dicapai oleh seseorang sendiri saja. Dibutuhkan peraserta orang lain
dalam organisasi sebagai satu tim besar. Bekerja dalam tim tidak hanya
melibatkan keahlian teknis dan tenaga, tetapi juga motivasi kerja tim. Tanpa
pengelolaan yang baik, kerja tim akan tidak efektif dan menguras banyak tenaga,
sumberdaya dan waktu.
Para pemimpin tim harus menyadari sejak awal, bahwa mengelola kerja tim,
selalu melibatkan motivasi kerja para anggota tim. Motivasi kerja dipengaruhi
oleh beberapa factor psikologis yang tidak tampak sebagai berikut. Pertama, kejelasan
arah, tujuan dan dampak pekerjaan tersebut bagi karir anggota. Kedua,
kenyamanan hubungan pribadi dengan anggota tim. Ketiga, kondisi kerja dan
fasilitas kerja tim dibanding kebiasaan sehari-hari di kantor. Keempat, tingkat
penerimaan pihak lain terhadap tim kerja.
Empat hal di atas sering terlupakan oleh para kepala tim, sehingga ia
harus berhadapan dengan buruknya komunikasi dalam tim, konflik antar anggota,
dan pencapaian target yang rendah dibanding rentang waktu dan alokasi
sumberdaya yang telah dikeluarkan. Dalam beberapa kasus lain, para kepala tim
terlalu ketat dengan aturan organanisasi dan kurang memberikan ruang bagi para
anggota tim untuk mengaktualisasi konsep dan pengalamannya dalam menghadapi
persoalan dan target tim. Akibatnya
muncul sejumlah penolakan baik pada tingkat ringan seperti rasa malas, enggan
berbicara, bekerja semaunya sendiri, maupun tingkat berat seperti dengan
protes, mosi tidak percaya hingga mengundurkan diri dari keanggotaan tim.
Dalam kondisi seperti itu, ketegangan-ketegangan dalam tim menjadi
tidak produktif dan merusak bangunan pencapaian target. Apa yang harus
dilakukan pada kondisi dan situasi seperti ini. Berikut dua langkah yang bisa
ditempuh. Pertama, segarkan kembali motivasi kerja dalam perusahaan dan tim
yang dibentuk ini, adalah mengemban misi penting bagi keberhasilan perusahaan
secara keseluruhan. Kedua, prestasi tim kerja ini akan menjadi dasar baik bagi
peningkatan pengalaman dan keahlian pribadi untuk pengembangan karir ke depan
di perusahaan.
[1]
Direktur Eksekutif pada Lembaga Studi Agama, Manajemen dan Pembangunan
Berkelanjutan (LSAMPB), tinggal di Wonogiri, Solo. Beberapa tulisan lainnya
bisa dilihat di http://taryantowijaya.blogspot.com/ dan di http://www.facebook.com/sukmorogosejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar