Selasa, 31 Maret 2015

Menjaga Motivasi Kerja Tim

MENJAGA MOTIVASI KERJA TIM
Oleh: Taryanto Wijaya[1]

Tujuan bisnis dan organisasi rumusannya sederhanan. Tetapi tidak bisa dicapai oleh seseorang sendiri saja. Dibutuhkan peraserta orang lain dalam organisasi sebagai satu tim besar. Bekerja dalam tim tidak hanya melibatkan keahlian teknis dan tenaga, tetapi juga motivasi kerja tim. Tanpa pengelolaan yang baik, kerja tim akan tidak efektif dan menguras banyak tenaga, sumberdaya dan waktu.

Para pemimpin tim harus menyadari sejak awal, bahwa mengelola kerja tim, selalu melibatkan motivasi kerja para anggota tim. Motivasi kerja dipengaruhi oleh beberapa factor psikologis yang tidak tampak sebagai berikut. Pertama, kejelasan arah, tujuan dan dampak pekerjaan tersebut bagi karir anggota. Kedua, kenyamanan hubungan pribadi dengan anggota tim. Ketiga, kondisi kerja dan fasilitas kerja tim dibanding kebiasaan sehari-hari di kantor. Keempat, tingkat penerimaan pihak lain terhadap tim kerja.

Empat hal di atas sering terlupakan oleh para kepala tim, sehingga ia harus berhadapan dengan buruknya komunikasi dalam tim, konflik antar anggota, dan pencapaian target yang rendah dibanding rentang waktu dan alokasi sumberdaya yang telah dikeluarkan. Dalam beberapa kasus lain, para kepala tim terlalu ketat dengan aturan organanisasi dan kurang memberikan ruang bagi para anggota tim untuk mengaktualisasi konsep dan pengalamannya dalam menghadapi persoalan dan target tim.  Akibatnya muncul sejumlah penolakan baik pada tingkat ringan seperti rasa malas, enggan berbicara, bekerja semaunya sendiri, maupun tingkat berat seperti dengan protes, mosi tidak percaya hingga mengundurkan diri dari keanggotaan tim.

Dalam kondisi seperti itu, ketegangan-ketegangan dalam tim menjadi tidak produktif dan merusak bangunan pencapaian target. Apa yang harus dilakukan pada kondisi dan situasi seperti ini. Berikut dua langkah yang bisa ditempuh. Pertama, segarkan kembali motivasi kerja dalam perusahaan dan tim yang dibentuk ini, adalah mengemban misi penting bagi keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Kedua, prestasi tim kerja ini akan menjadi dasar baik bagi peningkatan pengalaman dan keahlian pribadi untuk pengembangan karir ke depan di perusahaan.




[1] Direktur Eksekutif pada Lembaga Studi Agama, Manajemen dan Pembangunan Berkelanjutan (LSAMPB), tinggal di Wonogiri, Solo. Beberapa tulisan lainnya bisa dilihat di http://taryantowijaya.blogspot.com/ dan di http://www.facebook.com/sukmorogosejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar