Selasa, 28 Juni 2016

LSM DI TENGAH TUNTUTAN MENGHADIRKAN PRESTASI KERJA
Oleh: Taryanto Wijaya
Dalam 10 tahun terakhir, kalangan pemerintah dari pusat hingga daerah dan desa dirisihkan dengan kehadiran LSM. Pasalnya, mereka membawa sejumlah data untuk mengorek berbagai potensi penyimpangan, dan kemudian menekan. Kelompok tersebut masuk ke kantor-kantor pemerintah hingga ke kantor desa secara berombongan. Sunatan masal, pembangunan rumah ibadah, pembelaan kelompok pinggiran, penjualan kalender, menjadi agenda yang muncul dalam proposal mereka. Kondisi demikian merugikan banyak pihak dan butuh penyikapan lebih cerdas. Tulisan ini dimaksudkan untuk melakukan positioning yang tepat. Bagian pertama menjelaskan tentang tipe LSM berdasar latar belakang pendiriannya. Bagian kedua, memaparkan posisi pemerintah. Bagian ketiga, menyodorkan alternative pembinaan atas LSM yang ada di daerah.
(bagian pertama dari 3 tulisan)
            Mendirikan LSM adalah bagian dari hak masyarakat yang dijamin oleh UUD. Mestinya suatu daerah akan baik jika banyak LSMnya. Karena itu berarti, Pemerintah Daerah punya lebih banyak mitra untuk merencana, melakukan dan memantau serta mengevaluasi pembangunan. Namun demikian keadaan akan menjadi sebalikya, ketika LSM yang ada menjadi batu sandungan dan hanya mengorek masalah tanpa membantu mencarikan penyelesaiannya. Mengapa kondisi demikian bisa terjadi?
            Pertama, LSM didirikan oleh beberapa orang yang tidak puas dengan lawan politik atau kebijakan pemerintah yang ada.  LSM yang demikian biasanya lebih mengedepankan kepentingan tokoh-tokoh yang terkalahkan dalam proses – proses politik, dan kurang memiliki cita-cita (visi) dan langkah (misi)  serta kegiatan (activity) nyata yang menyentuh dengan kebutuhan riil masyarakat. Sehingga dikuski-diskusi di antara mereka adalah bagaimana mengembalikan sumberdaya yang hilang dengan cara mengais dari proyek yang ditangani pemerintah sekarang.  Rombongan ini biasa disebut Barisan Sakit Hati (Basah). Pada LSM demikian kegiatan lebih difokuskan pada penentuan sasaran bidik perorangan dan kantor-kantor pemerintah.
            Kedua, LSM didirikan untuk tujuan alat peminta bantuan. LSM tipe kedua ini menjadikan sejumlah kantor, dinas badan dan lembaga pemerintah sibuk menerima proposal pengajuan yang terkesan memberikan gambaran umum (glondongan) dan kelihatan mengada-ada. Pada LSM demikian, biasanya belum didukung oleh sistem manajemen program dan transparansi anggaran yang terkelola secara baik. Mungkin ada beberapa bagian dari realisasi permintaan proposal itu diberikan kepada yang berhak tetapi hanya sekedarnya. Tipe LSM yang kedua ini  biasa disebut Barisan Pengaju Proposal  (Bar Jupros ).
Ketiga, LSM dibangun untuk menjawab kebutuhan khusus masyarakat korban. Pada LSM ini ruang lingkup kegiatan dibatasi pada wilayah dan orang-orang menjadi korban baik bencana alam, maupun korban kerusuhan social. Kegiatan pada LSM ini biasanya lebih mengedepankan pada proses tanggap darurat dan meredup sejalan dengan selesainya masalah yang menjadi isu lokal tersebut. Kegiatan – kegiatannya lebih pada pengembalian kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban. Sedangkan kelompok ini biasa disebut dengan Barisan Ngudi Bantuan (Bar Nguban).
Keempat, LSM yang dibangun sebagai kebangkitan masyarakat sipil untuk berperan dalam pembangunan. Pada LSM ini, legalitas, visi misi, program, dan manajemen kelembagaan dan kegiatan serta personalia dan penganggaran kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa membebani anggaran pembangunan pemerintah.  LSM tipe ini memiliki kelompok dampingan yang dibela dan diberdayakan secara bertahap hingga proses pemandirian. Barisan ini biasa disebut dengan LSM saja, sebagai LSM yang sebenarnya.
Penentuan tipe LSM berdasar latar belakang kemunculannya bisa kita sebut sebagai Tipologi LSM.  Kemampuan mengenali tipologi ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dan SKPDnya untuk bisa secara benar dan tegas menentukan sikap dan pembinaannya. Makin tidak mengenali tipe LSM ini akan menjadi peluang bagi barisan-barisan tersebut untuk menekan dan menguras sumberdaya rakyat untuk pembangunan yang dimandatkan lewat SKPD. Untuk itu kenalilah tipologi ini dengan baik.

LSM yang anda kenal kenal saat ini termasuk tipe LSM yang mana ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar