LSM DI TENGAH TUNTUTAN
MENGHADIRKAN PRESTASI KERJA
Dalam
10 tahun terakhir, kalangan pemerintah dari pusat hingga daerah dan desa
dirisihkan dengan kehadiran LSM. Pasalnya, mereka membawa sejumlah data untuk
mengorek berbagai potensi penyimpangan, dan kemudian menekan. Kelompok tersebut
masuk ke kantor-kantor pemerintah hingga ke kantor desa secara berombongan.
Sunatan masal, pembangunan rumah ibadah, pembelaan kelompok pinggiran,
penjualan kalender, menjadi agenda yang muncul dalam proposal mereka. Kondisi
demikian merugikan banyak pihak dan butuh penyikapan lebih cerdas. Tulisan ini
dimaksudkan untuk melakukan positioning yang tepat. Bagian pertama menjelaskan
tentang tipe LSM berdasar latar belakang pendiriannya. Bagian kedua, memaparkan
posisi pemerintah. Bagian ketiga, menyodorkan alternative pembinaan atas LSM
yang ada di daerah.
(bagian pertama dari 3 tulisan)
Mendirikan LSM adalah bagian dari hak masyarakat yang dijamin oleh UUD.
Mestinya suatu daerah akan baik jika banyak LSMnya. Karena itu berarti,
Pemerintah Daerah punya lebih banyak mitra untuk merencana, melakukan dan
memantau serta mengevaluasi pembangunan. Namun demikian keadaan akan menjadi
sebalikya, ketika LSM yang ada menjadi batu sandungan dan hanya mengorek
masalah tanpa membantu mencarikan penyelesaiannya. Mengapa kondisi demikian
bisa terjadi?
Pertama, LSM didirikan
oleh beberapa orang yang tidak puas dengan lawan politik atau kebijakan
pemerintah yang ada. LSM yang demikian biasanya lebih mengedepankan
kepentingan tokoh-tokoh yang terkalahkan dalam proses – proses politik, dan
kurang memiliki cita-cita (visi) dan langkah (misi) serta kegiatan
(activity) nyata yang menyentuh dengan kebutuhan riil masyarakat. Sehingga
dikuski-diskusi di antara mereka adalah bagaimana mengembalikan sumberdaya yang
hilang dengan cara mengais dari proyek yang ditangani pemerintah
sekarang. Rombongan ini biasa disebut Barisan Sakit Hati (Basah).
Pada LSM demikian kegiatan lebih difokuskan pada penentuan sasaran bidik
perorangan dan kantor-kantor pemerintah.
Kedua, LSM didirikan
untuk tujuan alat peminta bantuan. LSM tipe kedua ini menjadikan sejumlah
kantor, dinas badan dan lembaga pemerintah sibuk menerima proposal pengajuan
yang terkesan memberikan gambaran umum (glondongan) dan kelihatan mengada-ada.
Pada LSM demikian, biasanya belum didukung oleh sistem manajemen program dan
transparansi anggaran yang terkelola secara baik. Mungkin ada beberapa bagian
dari realisasi permintaan proposal itu diberikan kepada yang berhak tetapi
hanya sekedarnya. Tipe LSM yang kedua ini biasa disebut Barisan Pengaju
Proposal (Bar Jupros
).
Ketiga, LSM dibangun untuk menjawab kebutuhan
khusus masyarakat korban. Pada LSM ini ruang lingkup kegiatan dibatasi pada
wilayah dan orang-orang menjadi korban baik bencana alam, maupun korban
kerusuhan social. Kegiatan pada LSM ini biasanya lebih mengedepankan pada
proses tanggap darurat dan meredup sejalan dengan selesainya masalah yang
menjadi isu lokal tersebut. Kegiatan – kegiatannya lebih pada pengembalian
kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban. Sedangkan kelompok ini biasa
disebut dengan Barisan Ngudi Bantuan (Bar Nguban).
Keempat, LSM yang dibangun sebagai kebangkitan
masyarakat sipil untuk berperan dalam pembangunan. Pada LSM ini, legalitas,
visi misi, program, dan manajemen kelembagaan dan kegiatan serta personalia dan
penganggaran kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa membebani anggaran
pembangunan pemerintah. LSM tipe ini memiliki kelompok dampingan yang
dibela dan diberdayakan secara bertahap hingga proses pemandirian. Barisan ini
biasa disebut dengan LSM saja, sebagai
LSM yang sebenarnya.
Penentuan tipe LSM berdasar latar belakang kemunculannya bisa
kita sebut sebagai Tipologi LSM. Kemampuan mengenali tipologi ini menjadi
modal penting bagi pemerintah daerah dan SKPDnya untuk bisa secara benar dan
tegas menentukan sikap dan pembinaannya. Makin tidak mengenali tipe LSM ini
akan menjadi peluang bagi barisan-barisan tersebut untuk menekan dan menguras
sumberdaya rakyat untuk pembangunan yang dimandatkan lewat SKPD. Untuk itu
kenalilah tipologi ini dengan baik.
LSM yang anda kenal kenal saat ini termasuk tipe LSM yang mana ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar